Pengin Masuk Isekai Modal Nekat, Anime Epic, Dan Wibu Mengerikan


Wibu lo y. Entahlah kadang w jawab, karena w sendiri bukan seseorang yang menggilai culture. Tetapi ya suka culture jepang. Ingat, bukan menggilai, tapi menyukai, dan definisi dari wibu itu sendiri merupakan seseorang yang memang sudh gila dengan culture jepang. dan tentunya hal ini dapat di sebabkan karena ia sering menonton anime tapi ini juga ga bsa menjadi patokan. Kalo seseorang menjadi weaboo karena anime, bisa juga karena faktor lain. Contohnya film jepang.

Kadang gw sendiri cukup bingung, sama kelakuan orang orang di luar sana di dunia maya. Entah karena memang mereka terlalu gila pada anime atau apa, yang kadang w sendiri geleng geleng kepala melihatnya. Salah satunya adalah mereka yang gak terima kalo waifunya dihina. Yah, inilah yang sering menjadi candaan bagi para wibu jaman sekarang, soal WAIFU. alias istri khayalan mereka. 

kadang ada dari mereka yang akan mengamuk, bahkan sampai mengajak berantem di real world (RW) dunia asli, hanya rebutan kartun. dan ada lagi sebagian dari mereka yang selalu menyanjung salah satu anime, entah karena story nya, visualnya yang bagus. Maupun juga dari keboomingan dari anime tersebut, sehingga seolah olah dia merupakan seseorang yang bermakna dalam produksi anime tersebut. Padahal mah Enggak !. 

Lebih bingung lagi sama orang yang berharap mati itu akan di panggil ke isekai, alias dunia lain atau apalah dunia antah brantah, dan menjadi sosok pahlawan disana. Yah kalo khayalan doang sih wajar. Tapi terkadang ada juga sebagian kecil dari mereka melakukannya dengan serius, alias yah mereka tau sendiri akibatnya kalo pengin ke isekai. 

Salah satu jenis wibu lain ialah wibu psikopet, wibu yang katanya garang dengan pisau dapurnya di tangan. Padahal mah muka nolep, kusut kayak jemuran tapi ia berpikir kalo ia merupakan salah satu sosok yang mengerikan layaknya sosok psycho di anime. Dan lebih parahnya ada sebagian dari mereka mendalami karakter ini. Dan melakukan hal hal yang di luar dugaan di real world (rw).

Ok sekian makasih.